Regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sebuah organisasi. Hal tersebut diwujudkan melalui Musyawarah Besar (MUBES) OSIC/OSIS Tahun 2026 di lingkungan Insan Cendekia Jayapura yang dilaksanakan pada 31 Agustus–5 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pergantian masa jabatan sekaligus proses mempersiapkan kepengurusan baru untuk periode 2026/2027.
MUBES merupakan forum musyawarah yang menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, menyampaikan gagasan, mengambil keputusan bersama, serta mempersiapkan estafet kepemimpinan organisasi. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar mengenai organisasi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan proses musyawarah dan menentukan arah kepengurusan berikutnya.
Mengenal OSIC dan OSIS di Insan Cendekia Jayapura
MUBES tahun ini melibatkan peserta didik dari SMP IT dan SMAIT Insan Cendekia Jayapura. Meskipun berada dalam satu rangkaian MUBES, OSIC dan OSIS memiliki ruang lingkup kepengurusan yang berbeda.
OSIC (Organisasi Santri Insan Cendekia) merupakan organisasi yang kepengurusannya diamanahkan kepada peserta didik SMA kelas XI. OSIC memiliki tanggung jawab dalam mengelola berbagai aktivitas dan kebutuhan santri di lingkungan pondok, sekaligus menjalankan peran organisasi dalam lingkup sekolah.
Sementara itu, OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan organisasi yang kepengurusannya diamanahkan kepada peserta didik SMP kelas VIII. Ruang lingkup OSIS berfokus pada pengelolaan kegiatan dan kebutuhan peserta didik SMP di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, MUBES OSIC/OSIS bukan hanya menjadi agenda bagi peserta didik SMA, tetapi juga melibatkan peserta didik SMP sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi di lingkungan Insan Cendekia Jayapura.
Dari Evaluasi hingga Regenerasi Kepemimpinan
Rangkaian MUBES menjadi ruang bagi kepengurusan sebelumnya untuk mempertanggungjawabkan amanah yang telah dijalankan. Evaluasi terhadap kepengurusan menjadi bagian penting sebelum organisasi memasuki periode yang baru, sehingga berbagai pengalaman, capaian, maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kepengurusan selanjutnya.
Selain evaluasi, MUBES juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk terlibat dalam proses regenerasi kepemimpinan. Para calon pemimpin diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan visi yang akan menjadi arah kepengurusan ke depan. Proses tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta didik untuk berani menyampaikan pendapat sekaligus mempertanggungjawabkan gagasan yang mereka tawarkan.
Pemilihan kepengurusan baru menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian regenerasi tersebut. Melalui proses yang dilaksanakan secara musyawarah dan demokratis, peserta didik belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang mendapatkan jabatan, tetapi juga tentang kesiapan menerima amanah dan menjalankan tanggung jawab.
Mempersiapkan Kepengurusan Periode 2026/2027
Setelah proses pergantian kepemimpinan, rangkaian kegiatan diarahkan pada pembentukan kepengurusan baru periode 2026/2027. Tahapan ini menjadi langkah awal untuk memastikan organisasi memiliki struktur dan arah kerja yang jelas dalam menjalankan amanah selama satu periode ke depan.
Kepengurusan baru kemudian dipersiapkan untuk menyusun program kerja sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Bagi OSIC, program kerja diarahkan untuk mendukung kehidupan dan aktivitas santri di pondok sekaligus kegiatan organisasi di sekolah. Sementara bagi OSIS, program kerja diarahkan pada kebutuhan dan kegiatan peserta didik SMP di lingkungan sekolah.
Belajar Memimpin melalui Organisasi
Lebih dari sekadar agenda pergantian pengurus, MUBES OSIC/OSIS menjadi bagian dari proses pendidikan karakter peserta didik. Di dalamnya terdapat berbagai pengalaman yang melatih kemampuan untuk bermusyawarah, menyampaikan pendapat, mendengarkan pandangan orang lain, mengambil keputusan, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Melalui pengalaman berorganisasi, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang mampu merencanakan, mengelola, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diembannya.
Pergantian masa jabatan periode 2026/2027 diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian kepengurusan, melainkan menjadi awal bagi lahirnya semangat, gagasan, dan kontribusi baru bagi lingkungan sekolah maupun pondok.
MUBES OSIC/OSIS 2026 menjadi pengingat bahwa setiap kepemimpinan memiliki masa, setiap amanah memiliki tanggung jawab, dan setiap pergantian adalah kesempatan untuk melanjutkan kebaikan dengan langkah yang lebih baik.
Semoga kepengurusan OSIC dan OSIS periode 2026/2027 mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjadi teladan bagi sesama, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Insan Cendekia Jayapura.
“Selamat melanjutkan estafet kepemimpinan. Semoga setiap amanah menjadi jalan untuk belajar, bertumbuh, dan memberi manfaat.”

Written by Qonitatu Zulfa
Edited by Publication & Documentation Team of SMP & SMA IT Insan Cendekia




